Sunday, November 7, 2010

Teman, kata-katamu adalah SIHIR

Sudah satu jam saya duduk dan membuka halaman 'new post' pada blog saya. Tapi sungguh sangat sulit untuk menulis sesuatu dan tidak dianggap menggurui. Jadi saya minta, siapapun yang membaca ini, lupakan sekolah dan kepala sekolahmu yang menandatangani peraturan-peraturan tidak bermutu. Yang melarangmu menghiasi kelasmu dengan mural dan merubahnya menjadi tembok putih membosankan. Juga lupakan gurumu yang mengira dia adalah orang yang tahu mana yang benar padahal yang dia bacakan adalah kurikulum yang harus diberikan pada mu oleh pemerintahan yang bebasis militer.

Saya adalah Nova Ruth. Teman sepermainanmu yang juga berpura-pura mengangguk saat guru kita mengatakan sesuatu. Karena kejujuran dan pendapat dalam kelas kita tidak pernah dihargai. Suara lantangmu hanya akan membuatmu dikeluarkan dari sekolah dan kau akan tersisihkan dari masyarakat karena kau tidak lulus. Saya adalah temanmu yang tetap menyanyi saat ujian matematika. Dan ketika guru kita menegurku, aku hanya akan mengubah nyanyianku menjadi gumaman lirih yang tetap kamu nikmati. Karena kamu tahu, nilai matematikaku tidak pernah mengecewakan.

Kata adalah sederhana ketika tercipta. Baru terasa kekuatannya saat kata mulai masuk ke telinga atau terekam oleh mata. Satu kata dapat mengubah dunia. Baik atau buruk, itu tergantung pada siapa yang mengatakannya. Dua hari lalu seorang teman mempersalahkan komunisme atas industri yang merajalela dan menulisnya di statusnya. Membuat saya mencekokinya dengan wikipedia. Saya memprotes kata-katanya. Karena saya tahu, dia adalah orang yang cukup penting di hip hop scene dan kata-katanya akan didengar oleh banyak orang. Sejenak saya pun paham akan kekhawatiran Madiva Man akan hip hop masa kini. Memang benar ini menghawatirkan.

Hip hop telah menjadi musik yang sangat fleksibel bagi saya. Mungkin adalah pelajaran non-militer yang paling menyenangkan yang pernah saya pelajari di hidup saya. Musik ini telah berhasil membuat siapapun produsernya menggabungkan aliran musik apapun, dangdut, rock, jazz, blues, soul, apapun, dan tetap membuat penikmatnya paling tidak menganggukkan kepala saat menikmatinya. Hip hop juga sangat berperan bagi musik yang terlupakan. Budayanya yang memotong sebagian musik lawas, membuat kita tidak pernah lupa akan musik indah. Para emcee-nya pun adalah orang yang pandai berkata-kata. Dengan mengatakan kata perkata mengikuti irama, tentu saja orang yang mendengarkan akan dapat mengingatnya lebih mudah. Tidak perduli berapa bar, bagi saya, musik hip hop dan rap adalah kombinasi yang indah.

Namun sayang beberapa pelakunya kurang bisa mengetahui perannya di dunia. Sebagian lupa bahwa kata adalah senjata. Sebagian lupa bahwa kata harus ditata dengan pikir, dikatakan dengan hati dan tetap dipertanggung jawabkan. Kata yang salah cuma akan membangkitkan kemarahan sang Kala. Ya, Bethara Kala. Penguasa waktu yang tidak semua orang menyadari bahwa dia terus memakan kita yang manja. Kata yang salah akan menyesatkan, membuat lima orang yang mendengarkannya akan menyampaikan kepada dua puluh lima orang yang lainnya dan begitu seterusnya. Lalu kemudian waktu berbicara. Kata yang salah akan mulai menghancurkan seiring dengan berjalannya waktu. Dan di situlah titik penyesalan bagi siapapun yang telah mengatakan sesuatu yang salah.

Nama saya Nova Ruth, saya telah berada di kelas yang sama dengan kalian selama sepuluh tahun. Saya khawatir senjata kita bukan hanya mic, tapi juga keypad kecil berinternet atau keyboard dengan layar 14 inchi di depan kita. Sebagian kita telah menganggap kita bisa bicara dengan Tuhan melalui update status, menjadi nabi dalam Twitter dan memiliki berhala bernama BlackBerry. Jika kau teman sebangkuku, saya mungkin akan mencubitmu sedikit dengan kasih sayang dan berkata, "teman, kata-katamu adalah sihir. Cobalah lebih bertanggung jawab dengannya". Saya berharap kamu akan mengatakannya pada teman di belakangmu dan begitu seterusnya.

Mungkin ada baiknya kita mendengar salah satu murid terbaik hip hop yang tidak pernah disayang gurunya karena dia terlalu banyak mengatakan 'fuck' di setiap liriknya. But what he said is truly magical.

Immortal Technique - The Message and the money