Saturday, September 25, 2010

Ketika rapper dikumpulkan di ILMU festival 2010

Banyak ocehan! Itu yang terjadi. Tapi tidak ada satu pun yang mengarah ke vandalisme atau menimbulkan pertikaian. Respect, ya :)



Butuh waktu agak lama untuk memikirkan apa yang harus saya tulis dengan tulus tentang ILMU festival tahun 2010. Saya pikir tidak begitu penting menuliskan standar reportase 'kebaikan' dalam ILMU festival. Karena memang hampir tidak ada yang buruk di sini. Kalaupun ada, hal buruk tersebut sangat mudah dilupakan keberadaannya.

Bayangkan berada di antara puluhan musisi Indonesia dan Australia yang keseluruhan berpikiran positif dan seratus persen sadar bahwa sebaiknya kami, para musisi, tinggal di planet yang berbeda. Karena bahasa kita sama. Dan politik negara adalah hal yang selalu menggelitik di telinga kami. Politik hanya topik yang kebetulan sangat enak digosipkan karena terlalu banyak keburukan di dalamnya.

Hari pertama saya dihadapkan dengan dedengkot Elefant Traks dan Yes No Wave. Urthboy dan Wok The Rock. Mereka musisi dan di satu sisi juga aktifis musik. Kedua label independen mereka secara sukses mendistribusikan musik. Orang banyak bertanya bagaimana ini menjadi 'bisnis'. Ketika menyebut kata tersebut, mata kitapun menghijau ($$$). Dalam workshop Independent Music Business, ditemukan kenyataan bahwa musisi-musisi independen Indonesia yang tergolong "sukses" dan menyentuh benua lain, kebanyakan memiliki pekerjaan sendiri-sendiri selain musik. Meski keadaan kebanyakan berbalik di Australia, namun Urthboy berkata, kejadian seperti itu juga ada di negara lainnya. Dan memang, sebagai manusia, kita harus memiliki paling tidak satu mata pencaharian agar yang lainnya berjalan secara seimbang.



Yak! Bisnis tidak sepenuhnya uang. Saya pikir saya belum mencapai tahap berbisnis. Namun sebetulnya bertukar kepentingan dalam musik atau 'kolaborasi' juga bentuk bisnis. Pasti ada tendensi di belakangnya. Entah mengumpulkan portfolio saja atau bahkan bentuk sebuah kekaguman terhadap musisi yang kita ajak bekerjasama. Cukup bicara bisnis. Yang jelas kedua negara mengakui bahwa menjadi "sukses" membutuhkan konsistensi. (nr)

1 comment:

  1. :(
    Sayang sekali aku ngga jadi nonton, mari menyalahkan Si Demam...
    Syukurlah gig kemarin berlangsung dgn baik. Ditunggu gig berikutnya..! ^^

    ReplyDelete